Tolak Ukur Kinerja Rumah Sakit

 

rs

Setidaknya ada 6 yang bisa dijadikan tolak ukur rumah sakit:

1. BOR (Bed Occupancy Rate)

BOR merupakan persentase pemakaian tempat tidur dalam kurun waktu tertentu. Indikator ini daat menggambarkan pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Rumusnya adalah( Jumlah hari perawatan RS dalam waktu tertentu : dengan jumlah tempat tidur x jumlah hari dalam satu satuan waktu) x 100%.

BOR ini menunjukkan tinggi rendahnya pemanfaatan tempat tidur suatu pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit. Nilai idealnya adalah antara 75% sampai dengan 85%. Kurang atau lebih dari nilai itu berarti tidak baik. Kurang dari 75% artinya rumah sakit sepi pengunjung, dan lebih dari 85% artinya ketersediaan tempat tidur untuk pasien selanjutnya sangat rawan.

 

2.  AVLOS (Average Length of Stay)

AVLOS adalah rerata lama perawatan pasien. Selain gambaran tentang tingkat efisiensi manajemen pasien di sebuah rumah sakit, indikator ini dapat pula dijadikan sebagai patokan mutu jika penyakit tertentu dijadikan Tracernya (yang perlu pengamatan lebih lanjut. Rumusnya adalah jumlah hari perawatan pasien keluar rumah sakit dibagi dengan jumlah pasien keluar rumah sakit (hidup+mati).

AVLOS yang baik adalah yang nilainya berkisar antara 7 sampai dengan 10 hari.

 

3. BTO (Bed Turn Over)

BTO merupakan frekuensi pemakaian tempat tidur dalam suatu satuan waktu (biasanya per tahun) tempat tidur rumah sakit. Indikator ini memberikan gambaran tingkat pemakaian tempat tidur rumah sakit. Rumusnya adalah jumlah pasien keluar rumah sakit (hidup+mati) dibagi dengan jumlah tempat tidur.

BTO ideal adalah 5 sampai dengan 45 hari. Ini menunjukkan nilai kebalikan dari BOR karena merupakan jumlah dari berapa kali tempat tidur terisi setiap tahunnya.

 

4. TOI (Turn Over Interval)

TOI adalah rerata hari tempat tidur yang tidak terpakai sejak pasien keluar hingga ada pasien lain masuk. Indikator ini juga menggambarkan tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur. Rumusnya adalah (Jumlah tempat tidur x hari) – hari perawatan dan pengurangannya dibagi dengan jumlah pasien keluar (hidup+mati).

TOI ideal berkisar antara satu hingga tiga hari.

 

5. NDR (Net Death Rate)

NDR merupakan angka kematian diatas 48 jam setelah dirawat untuk setiap penderita rumah sakit. Rumusnya adalah jumlah pasien mati diatar 48 jam dirawat dibagi dengan jumlah pasien RS – kematian dibawah 48 jam dan dikalikan dengan 100%.

 

6. GDR (Gross Death Rate)

GDR adalah angka kematian umum penderita keluar rumah sakit. Rumusnya adalah jumlah pasien mati seluruh dirawat dibagi dengan jumlah pasien keluar rumah sakit (hidup+mati) dan kemudian dikalikan dengan 100%.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s