Belum Cukup

Ku bentangkan pikiranku di cakrawala
masih termenung dalam rongsokan semu
tawaku kadang tertatih melihat anak adam berlomba atas kesemuan
dan ketika percikan darah telah terbiasa menemani

belum cukup ayat-ayat itu terlantung merdu
belum cukup terpaan kesenduan mengiringi langkahnya
belum cukup dia tertawa diatas keranjang kosong
belum cukup,,,, belum cukup,,, belum cukup,, belum cukup,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s