Malam Sendu

Mataku tertatih menapaki jengkal-jengkal cahaya yang berselimutkan darah,

tercekik oleh waktu yang berlari menyusuri gelap malam,

Aku disini masih mencoba untuk bertahan melawan kegelisahan,

melawan bayangan setan yang mengintip dibalik bayang kelam…

 

Aku, Aku, Aku, dan masih saja Aku…

Aku yang takut akan kicauan burung yang membunuh langkahku.

Aku bagaikan kelelawar yang takut akan intipan sang raja cahaya

Aku masih lemah dengan nanah panas dalam bibir, Aku…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s